7 Tips Bore Up Harian Touring Kencang, Bonus Awet

Metode bore up buat naikin performa motor sudah menjadi hobby mulai untuk penggunaan harian, touring bahkan balap. Tidak sedikit kegunaan dari meningkatkan performa sang tunggangan, yang paling sederhana adalah sebagai penyemangat untuk “berduaan” di akhir pekan. Berikut beberapa tips bore up motor yang bisa diterapkan buat harian bahkan touring. Selain kencang, mesin pun aman dan sehat. Budgetnya relatif lebih murah.

7 Tips Bore Up Harian Touring Kencang, Bonus Awet

1. Perhatikan Tebal Liner Untuk Bore Up Harian
Menaikkan performa motor bisa dengan beberapa cara, salah satunya bore up. Metode ini saya rasa paling menguntungkan, kenaikan performa dan budget yang dikeluarkan sangat sepadan dibanding stroke up sekalipun. Dengan catatan, semua tergantung dari pemilihan sparepart yang berkualitas dan mekanik yang meraciknya. Oleh karena itu, saya ingatkan sekali lagi agar memperhatikan ukuran piston yang hendak dipakai. Agar ketebalan dinding liner masih cukup aman (tebal) untuk menyalurkan panas ke sekelilingnya.

Dinding liner yang terlampau tipis bisa meningkatkan resiko piston macet karena boring alias liner melintir (pada bagian yang tipis). Setidaknya, tebal liner sesudah dikorter masih tersisa 3 – 5mm. Misalnya di motor Honda Beat, diameter piston adalah 50mm, batas aman untuk dibore up tidak lebih lebih 53 – 55mm. Sudah cukup kubikasi dari 110cc menjadi 135cc.

2. Bore Up Harian Butuh Celah Deck Ideal
Penataan permukaan piston terhadap atap silinder blok menjadi sangat krusial sesudah proses pencarian kompresi ideal. Posisi mendem piston untuk spek harian maksimal 0,8mm dari atap silinder. Nggak boleh lebih kecil dari kualitas tersebut biar seher nggak nabrak silinder head.

Begitu pula saat menata deck clearances jangan mengandalkan paking blok bawah yang berlapis, maksimal 1 lapis. Ini untuk menghindari kondisi paking yang makin gepeng, alhasil seher jadi makin mepet dan rawan nabrak head.

Deck clearances ini bertujuan biar nggak gampang detonasi (pre-ignition). Istilah ini terjadi karena bahan bakar terkompres dan meledak sebelum busi menyala. Namun sebaliknya, clearances nggak boleh lebih dari 1,5mm, karena ini juga akan mempengaruhi rasio kompresi.

Deck clearances yang aman akan memberi ketentraman hati ketika motor korekan diajak touring. Pemuaian dan sisa kerak pembakaran nggak terlalu mereduksi performa mesin nantinya.

3. Membentuk Piston, dan Atur Gap Ring
Bentukan desain dome (kubah) piston yang baik adalah hemi-sphere. Profil ini mencerminkan bentuk kubah ruang bakar, agar densitas bahan bakar tersebar merata saat akan diledakkan. Namun, untuk motor korek harian sebisa mungkin tinggi dome piston nggak dipaksakan untuk lebih dari 2mm.

Untuk coakan klep alias relief pada piston wajib presisi menampung bukaan klep pada saat proses overlaping (pembilasan). Jarak bebas klep saat overlap terhadap kedalaman coakan piston minimal 2mm untuk motor korek harian. Berjaga-jaga apabila klep sedikit terlambat menutup alias floating pada saat high RPM.

Masih seputar piston, celah alias gap ring piston yang baik juga berpengaruh pada performa, terutama suhu yang dihasilkan. Untuk mesin yang kompresinya nggak terlalu tinggi sebaiknya gap ring kompresi ditata agar nggak lebih besar dari 0,15mm. Antara dinding liner dan ekor piston pun musti dikasih celah tidak lebih lebih 0,3 – 0,4mm. Jadi ketika menerima hasil kolter, gerak piston dari TMB ke TMA wajib lancar dengan gap ring yang relatif rapat.

4. Menata Kompresi
Wajib hukumnya meskipun budget nggak memungkinkan untuk dilakukan porting, menghitung kompresi ideal wajib dilakukan. Tujuannya untuk mengetahui bahan bakar apa yang nantinya bisa diisikan ke tangki BBM. Jangan sampai mesin korekan dengan kompresi 15:1 dipaksa minum premium, alias justru mau bikin mesin balap kompresinya 10:1 dikasih avgas. Ya meskipun bisa saja motornya dikasih judul balap dengan bahan bakar premium, asal patokan kompresinya sesuai oktan.

Caranya, buka kepala silinder dan pastikan piston berada di TMA, lapisi celah piston dengan liner silinder pakai gemuk/grease. Tujuannya, agar cairan nggak tembus alias mengalir ke crankcase dan cairan masih berada di ruang bakar. Jangan tertinggal, lapisi juga bagian klep in dan ex. Lalu isikan cairan alias bisa pakai bensin dengan suntikan maupun buret melalui celah busi saat TMA. Lalu hasilnya (ketidak sedikitannya cairan yang disuntikkan) ditidak lebihi 0,8cc untuk mereduksi hitungan yang mengisi celah busi. Yang terakhir, hasil tersebut baru bisa dipakai untuk perhitungan dengan rumus kompresi sederhana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Trik Memilih Ban Motor Bernilai Untuk Kendaraan Anda

Kandungan Dan Kegunaaan Kunyit

Kandungan Dan Kegunaaan Jeruk Untuk Tubuh